Home Site Map Kontak FAQ Buku Tamu

Menu
Profil
Organisasi
Berita
Peraturan JFP
Standar Pelayanan
Informasi Beasiswa
Kalender Kegiatan
Publikasi
Quick Links
Informasi Beasiswa SPIRIT

Polling
Bagaimanakah tampilan situs pusbindiklatren?
 Sederhana
 Kurang Menarik
 Up To date
 Kurang Info
 

Visit Counter
1 Pengunjung Online
Anda Pengunjung Ke :
51318

Web Administrator
PUSBINDIKLATREN Bappenas

Sejarah

Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Perencana Bappenas (Pusbindiklatren) sebagai salah satu unit kerja eselon II di bawah Sekeretaris Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Sesmenneg PPN/Sestama Bappenas telah menjalani beberapa peran yang cukup bervariasi dari masa ke masa. Hal terakhir ditandai dengan penajaman ruang lingkup pada tugas dan fungsinya, yang semula meliputi pengembangan pegawai negeri sipil (PNS) dan swasta (LSM) di berbagai bidang pembangunan, kini hanya meliputi PNS yang bekerja di bidang perencanaan saja baik di instansi pusat maupun daerah. Dalam kaitan ini, faktor-faktor yang turut memberi pengaruh adalah bermula pada tahun 1984 dibentuk Tim Pendayagunaan Dana Luar Negeri (TPDLN) untuk pendidikan dan pelatihan atau dikenal dengan nama Overseas Training Office (OTO), yang kesekretariatannya berada pada Biro Administrasi Pendidikan dan Latihan Bappenas. Dengan demikian, secara kelembagaan, OTO menjadi bagian dari Biro Administrasi Pendidikan dan Latihan Bappenas dengan tugas mengelola dan mengkoordinasikan dana hibah luar negeri untuk peningkatan sumber daya manusia khususnya PNS melalui program beasiswa S2 dan S3 luar negeri.

Seiring dengan semakin dipercayanya OTO sebagai penyelenggara program beasiswa S2 dan S3 luar negeri, pada tahun 1996, OTO dan Biro Administrasi Pendidikan dan Latihan Bappenas dilebur menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan Pembangunan (Pusdiklat Renbang) Bappenas. Disamping melanjutkan peran yang semula dilaksanakan oleh OTO, Pusdiklat Renbang mempunyai tugas untuk mengembangkan: (a) berbagai program diklat gelar (S2 dan S3) tidak saja di luar negeri namun juga di dalam negeri, (b) alat seleksi program diklat/beasiswa, (c) program persiapan Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya untuk diklat, (d) kurikulum diklat jangka pendek, dan (e) model pembiayaan diklat.

Pada tahun 2001, pemerintah menunjuk Bappenas sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perencana (JFP), sehingga Bappenas membentuk Pusat Pembinaan Perencana (Pusbiren) berdasarkan SK Kepala Bappenas No. KEP.009/Ka/01/2001. Selanjutnya, berdasarkan pertimbangan bahwa tugas ?Pusdiklat Renbang selama ini sangat erat kaitannya dengan pembinaan karir perencana yang menjadi tugas Pusbiren, maka pada bulan Maret 2002 kedua unit kerja eselon II tersebut disatukan menjadi Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Perencana Bappenas (Pusbindiklatren-Bappenas), berdasarkan Keputusan Ka Bappenas No. 50/Ka/03/2002.

Dengan posisinya di dalam organisasi Bappenas yang baru tersebut, peran Pusbindiklatren adalah mengemban fungsi Bappenas sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perencana dan Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan Pembangunan, yaitu mendukung upaya peningkatan kapasitas instansi perencanaan pemerintah di pusat dan daerah dengan meningkatkan kompetensi dan produktivitas perencana pemerintah sehingga kualitas output dan outcome yang dihasilkannya akan sesuai dengan harapan stakeholders. Peran ini dilakukan melalui pelaksanaan (JFP) dan penyelenggaraan diklat bagi perencana pemerintah pusat dan daerah di seluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaan tugas-tugas tersebut, Pusbindiklatren Bappenas memanfaatkan dan mendayagunakan sumber dana luar negeri (pinjaman dan hibah luar negeri) dan dana dalam negeri (APBN).

Sumber dana luar negeri yang berhasil didayagunakan, antara lain, berasal dari:

  • ADS (Australia)
  • JDS (Jepang)
  • STUNED (Belanda)
  • KOICA (Korea Selatan)
  • KDI (Korea Selatan)
  • Monbukagakusho (Jepang)
  • DAAD (Jerman)
  • FCS (Swiss)
  • NORAD (Norwegia)
  • JICA (Jepang)
  • Japang-IMF (Jepang)
  • C.U.D – C.I.U.F (Belgia)
  • FCO (Inggris)
  • USAID (Amerika Serikat)
  • CIDA (Kanada), hibah 
  • PHRDP II ((JBIC Loan IP-458), 1995-2004
  • PHRDPII (IBRD Loan 3825—IND), 1995–2001
  • PHRDP I (JBIC Loan IP-367), 1990-1995
  • PHRDP I (IBRD Loan 3134-IND), 1990–1995

Selain mengelola sumber dana beasiswa di atas, Pusbindiklatren juga melakukan kerjasama dengan kedutaan-kedutaan besar dan lembaga internasional di Jakarta, dalam usaha menyebarluaskan informasi pemanfaatan beasiswa yang mereka sediakan, atau biasa disebut beasiswa Non-Pusbindiklatren. Untuk program beasiswa Non-Pusbindiklatren ini, beberapa kedutaan besar dan lembaga internasional, seperti STUNED, ADS, JDS, bahkan menunjuk Bappenas sebagai anggota Tim Seleksi atau Tim Pengarah. Dengan adanya dukungan informasi dan jaringan kerja Bappenas dengan mereka seperti ini, diharapkan target untuk menjaring calon peserta yang lebih luas, terutama untuk para Perencana di pusat dan daerah, dapat terlaksana dengan lebih baik.

Untuk menunjang tugas-tugas di atas, Pusbindiklatren mengembangkan Pusat Data dan Informasi JFP dan Diklat Perencanaan; Research and Development, mengadakan perpustakaan yang menyediakan referensi tentang JFP dan diklat perencanaan; melakukan pemantauan dan evaluasi JFP dan penyelenggaraan diklat perencanaan; melakukan sosialisasi dan fasilitasi petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis dan pedoman pelaksanaan JFP; menyebarluaskan informasi beasiswa diklat perencanaan, baik beasiswa Pusbindiklatren maupun beasiswa Non-Pusbindiklatren.

Sementara itu, bagi lembaga yang memerlukan alat seleksi bagi penerimaan mahasiswa untuk perguruan tinggi, pegawai lembaga pemerintah/swasta, ataupun promosi bagi pengembangan pegawainya, Pusbindiklatren melalui Unit Pelayanan Penyelenggaraan Tes Potensi Akademik (UPP-TPA), menawarkan jasa penyediaan alat tes yang disebut Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Potensi Intelektual Umum (TPIU) serta tes TOEFL. TPA dan TPIU ini telah menjadi salah satu alat seleksi terbesar di Indonesia, yang digunakan oleh lebih dari 15.000 peserta per tahun, baik oleh berbagai program pascarsarjana perguruan tinggi negeri/swasta ternama maupun oleh lembaga pemerintah/swasta besar di dalam negeri.

Galery Foto
 
 
 
 
Indeks

© Copyright PUSBINDIKLATREN 2006. All Right Reserved
Jl. Proklamasi No. 70, Jakarta 10320 Telp. (021)31928280, 31928285. Fax. (021)31928281
e-mail: pusbindiklatren@bappenas.go.id